CAFE AU LAIT
The art of french coffee cuisine!
Hari ini gue belajar membuat cafe au lait atau cafe latte.
Pertama-tama saya harus memanaskan susu dengan steam pipe selama 160 derajat celcius,
dengan cara memasukkan steam pipe dalam-dalam untuk membuat susu seluruhnya mengental, bukan foam/froth. Kedengarannya mudah, tapi sebenarnya kesulitannya terletak pada saat tangan menahan pitcher sambil mengikuti arus susu yang mulai mendidih dan meluap ke atas. Hari ini saya tak sengaja menumpahkannya karena belum bisa mengontrol posisi luapan susu di dalam pitcher dan lupa mengecilkan uap. Susu yang mengental itu harus cepat dituangkan ke dalam gelas sebanyak 200ml supaya segera mengendap. Kemudian masukkan 20ml caramel (atau syrup lain sesuai selera).
Selanjutnya, membuat double espresso (30mlx2) dengan tekanan selama 20 sampai dengan 25 detik tapi cukup tuangkan 50 ml ke dalam gelas yang telah berisi 200ml susu. Reaksi yang baik adalah saat susu didasar gelas mendorong permukaan espresso ke atas dan tertahan sampai ke tengah karena dorongan dari permukaan susu paling atas. Jadilah 3 layer cantik kombinasi susu- espresso-susu. Tadaa! Warp it up!
Caramel Latte saya ini hanya diponten 4.5 oleh sang barista, karena layer susu di atas permukaan gelas tipis sekali, dan layer espresso di tengah masih sedikit tercampur dengan layer susu di dasar gelas. Itu karena susu di gelas masih bereaksi dan saya terburu-buru menuangkan espresso ke dalamnya. Ya sudah, gak apa-apa namanya juga masih belajar. Dan, maaf gak ada foto-nya, saya bener2 lupa!
Keistimewaan Cafe latte ini ternyata bukan hanya di penyajian layernya, tapi juga rasanya yang manis di dalam mulut saat saya menghirup kelembutan campuran susu bercampur espresso. Syrup 20ml sepertinya sedikit, tapi bukan itu saja yang membuat rasanya manis di dalam mulut. Ternyata rahasianya terdapat di campuran biji-biji kopi dan kesempurnaan proses steam susu. Jadi mencicipi cafe latte memang tidak perlu ditambahkan gula atau extra caramel kok. Ehm, kecuali kalau lidah kamu gak sensitif. :)
Hari ini gue belajar membuat cafe au lait atau cafe latte.
Pertama-tama saya harus memanaskan susu dengan steam pipe selama 160 derajat celcius,
dengan cara memasukkan steam pipe dalam-dalam untuk membuat susu seluruhnya mengental, bukan foam/froth. Kedengarannya mudah, tapi sebenarnya kesulitannya terletak pada saat tangan menahan pitcher sambil mengikuti arus susu yang mulai mendidih dan meluap ke atas. Hari ini saya tak sengaja menumpahkannya karena belum bisa mengontrol posisi luapan susu di dalam pitcher dan lupa mengecilkan uap. Susu yang mengental itu harus cepat dituangkan ke dalam gelas sebanyak 200ml supaya segera mengendap. Kemudian masukkan 20ml caramel (atau syrup lain sesuai selera).
Selanjutnya, membuat double espresso (30mlx2) dengan tekanan selama 20 sampai dengan 25 detik tapi cukup tuangkan 50 ml ke dalam gelas yang telah berisi 200ml susu. Reaksi yang baik adalah saat susu didasar gelas mendorong permukaan espresso ke atas dan tertahan sampai ke tengah karena dorongan dari permukaan susu paling atas. Jadilah 3 layer cantik kombinasi susu- espresso-susu. Tadaa! Warp it up!
Caramel Latte saya ini hanya diponten 4.5 oleh sang barista, karena layer susu di atas permukaan gelas tipis sekali, dan layer espresso di tengah masih sedikit tercampur dengan layer susu di dasar gelas. Itu karena susu di gelas masih bereaksi dan saya terburu-buru menuangkan espresso ke dalamnya. Ya sudah, gak apa-apa namanya juga masih belajar. Dan, maaf gak ada foto-nya, saya bener2 lupa!
Keistimewaan Cafe latte ini ternyata bukan hanya di penyajian layernya, tapi juga rasanya yang manis di dalam mulut saat saya menghirup kelembutan campuran susu bercampur espresso. Syrup 20ml sepertinya sedikit, tapi bukan itu saja yang membuat rasanya manis di dalam mulut. Ternyata rahasianya terdapat di campuran biji-biji kopi dan kesempurnaan proses steam susu. Jadi mencicipi cafe latte memang tidak perlu ditambahkan gula atau extra caramel kok. Ehm, kecuali kalau lidah kamu gak sensitif. :)


0 Comments:
Post a Comment
<< Home